JENESYS: Pengentasan Kemiskinan (Pengantar)

November 18, 2009

Tulisan-tulisan yang saya sampaikan berikut adalah hasil terjemahan dari laporan individual peserta kegiatan JENESYS (Japan East Asia Network of Youths and Exchange Students) East Asia Future Leaders Programme yang diadakan oleh the Japan Foundation pada tahun lalu (2008). JENESYS adalah rangkaian program yang diadakan oleh The Japan Foundation untuk pemimpin-pemimpin muda di kawasan Asia Timur dan sekitarnya untuk datang mengunjungi Jepang dalam program kunjungan jangka pendek. Diharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan pemahaman para pemimpin muda ini tentang isu yang mereka geluti melalui kegiatan bertukar pikiran dengan para pemimpin muda dari negara lain dan dari Jepang, menciptakan jaringan internasional di tingkat Asia timur dan sekitarnya, serta meningkatkan pengenalan mereka tentang Jepang dan masyarakat.

Ada banyak tema yang diusung dalam setiap program JENESYS, seperti lingkungan hidup, kemiskinan, pendidikan, dan berbagai hal lainnya.

Rangkaian tulisan yang saya sampaikan berikut adalah tulisan yang dihasilkan dari salah satu program JENESYS tersebut, yaitu JENESYS dengan tema Overcoming Poverty Through A Social Inclusion Approach (Pengentasan Kemiskinan dengan Pendekatan Inklusi Sosial). Program JENESYS ini diadakan dari tanggal 9 hingga 19 Desember 2008 dan mengundang aktivis-aktivis anti kemiskinan dari berbagai negara dan dari berbagai latar belakang sektor (jurnalistik, pemerintahan, dan sektor organisasi non-pemerintah) untuk berkunjung ke Jepang dan bertukar pikiran mengenai masalah kemiskinan di masing-masing negara. Ada 20 orang yang diundang dari 16 negara. Tiga negara mengirimkan dua orang wakil, yaitu Australia, Indonesia, dan Jepang. Dari Indonesia wakil yang dikirimkan adalah Arde Wisben dari Social Worker Practice Resource Center, dan bapak Ahmad Shobirin dari Departemen Sosial. Namun tulisan-tulisan yang saya sampaikan di bawah tidak akan mencakup tulisan dari mereka.

Setiap peserta diminta untuk menuliskan laporan akhir untuk the Japan Foundation dalam bahasa Inggris, yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang diterbitkan secara terbatas. Membaca tulisan-tulisan mereka saya merasa sayang kalau tulisan-tulisan tersebut tidak disebarluaskan sejauh-jauhnya, karena semuanya memiliki nilai tertentu yang mungkin bisa meningkatkan pemahaman seseorang tentang isu kemiskinan. Oleh karena itu saya memutuskan untuk menerjemahkan sebagian tulisan yang ada di buku tersebut dan saya sebarkan melalui milis. Ini, tentu saja, saya lakukan dengan seijin para penulisnya.

Adapun tulisan yang saya terjemahkan adalah dari Dr. Aya Abe yang merupakan Penasihat Program ini untuk the Japan Foundation. Saya juga menerjemahkan tulisan dari Kensuke Matsueda, peserta program dari Jepang, karena tulisannya bersifat sebagai pengantar untuk mengenali isu kemiskinan yang ada di Jepang. Tulisan lain adalah dari Waleed Aly, peserta dari Australia, karena ia membandingkan antara kemiskinan yang terjadi di Jepang dan di Australia dalam konteks keduanya sebagai negara maju. Kedua tulisan tersebut (dari Matsueda dan dari Aly) menurut saya cukup penting bagi kita untuk bisa melihat bahwa perbedaan karakter kemiskinan yang terjadi di negara maju seperti Australia dan Jepang dengan kemiskinan yang terjadi di negara berkembang seperti Indonesia dan India. Saya sendiri memilih untuk tidak menerjemahkan tulisan dari Indonesia karena tulisan keduanya bersifat pengantar terhadap masalah kemiskinan di Indonesia dan memang ditujukan bagi para peserta dari negara lain yang notabene memang tidak tahu tentang masalah kemiskinan di Indonesia. Bagi orang Indonesia sendiri, berbagai penjelasan yang ada di dalam tulisan dari bapak Shobirin dan Wisben mungkin sudah diketahui. Namun, sebagai wakil dari negara berkembang saya memilih tulisan dari Minanti Shiha, peserta dari India, yang menjelaskan tentang karakter kemiskinan di India, yang punya sejumlah kemiripan sekaligus perbedaan dengan kemiskinan di Indonesia, dengan demikian mungkin memberikan sedikit informasi baru bagi pembaca Indonesia.

Semoga bisa berguna bagi anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: