oleh: Dipo Siahaan*

Noriko dan Dilemanya

noriko calderon-1Noriko Calderon menghadapi pilihan yang sulit. Ia harus memilih antara meninggalkan orang tuanya atau meninggalkan negeri yang dianggapnya sebagai kampung halamannya. Bukan masalah yang mudah untuk dihadapi oleh seorang anak perempuan yang baru berusia tiga belas tahun.

Masalah Noriko dimulai pada tahun 2006, ketika petugas imigrasi Jepang datang ke rumahnya dan menangkap ibunya Sarah Calderon karena telah memasuki Jepang secara ilegal. Tidak lama kemudian ayahnya, Arlan Cruz Calderon, ditangkap juga oleh petugas imigrasi. Mereka ditahan dan kemudian diperintahkan untuk meninggalkan Jepang kembali ke negeri asal mereka, Filipina. Noriko? Ia tidak ditangkap. Pemerintah Jepang membolehkan Noriko untuk tinggal sementara di Jepang sampai status resminya ditentukan: apakah ia dapat dianggap sebagai warga negara Jepang atau tidak.

Noriko sendiri tidak pernah tahu status ilegal kedua orang tuanya. Arlan dan Sarah Calderon tiba di dekade 90an di Jepang sebagai imigran Filipina, sebelum Noriko dilahirkan. Sarah tiba duluan pada tahun 1992, sedangkan Arlan menyusul setahun kemudian. Noriko sendiri dilahirkan pada tahun 1995 di Jepang. Nama ‘Noriko’ dipilih untuk menunjukkan bahwa ia lahir di Jepang. Tapi Arlan dan Sarah tetap memberikan nama ‘Calderon’ untuk anak perempuan mereka tersebut sebagai nama keluarga.

Read the rest of this entry »